Dalam kitab strategi perang, salah satu hal yang penting adalah kemampuan menyusup ke daerah lawan dan menemukan informasi dan peta kekuatan serta strategi perang lawan. Tapi saat ini aku berharap tidak perlu pergi ke tempat lawan, jika bisa menemukan informasi yang dihantarkan musuh ke tempat kita sendiri, untuk apa pergi jauh-jauh.

Aku bisa melihat setiap gerak gerik di meja mereka dengan jelas, termasuk membaca gerak bibir mereka, sehingga tidak ada isi pembicaraan yang tidak tertangkap olehku. Hanya saja, kemampuan ini memiliki dua kelemahan yang mendasar, pertama aku harus memandang terus menerus, dan ini lambat laun walau tidak menimbulkan kecurigaan, akan menimbulkan tanda tanya jika ada yang menyadari. Kedua, aku tidak bisa melihat gerak bibir dari mereka yang membelakangiku.

Sepertinya hanya itu pilihanku…

Aku menggambar dua diagram sihir di tengah meja, setelah memastikan tidak ada yang memerhatikanku… “O jiwa angin yang bebas, jadilah telinga bagiku, terbanglah ke penjuru jagad untuk mendapatkan suara yang hendak kudengarkan” – salah satu diagram bersinar terang dan kemudian redup lagi. “O jiwa cahaya yang cemerlang, jadilah mata bagiku, melesatlah ke ujung semesta untuk mendapatkan citra yang hendak kulihat” – diagram satunya bersinar terang dan kemudian meredup lagi.

Setelah percobaan dan modifikasi, kecuali dia adalah magi agung tingkat akhir, mereka tidak akan bisa merasakan gemericik mana di sekitarku tanpa melihat langsung.

Dua buah diagram sihir tumpang tindih kini melekat di langit-langit tepat di empat orang yang kucurigai. Dan setiap kejadian serta suara, langsung tepat dihantarkan ke dalam batinku.

“Ketua, bagaimana situasi terakhir? Kudengar raja kita tengah menyiapkan pasukan yang tidak sedikit untuk kemenangan kita kali ini.” sang pelajar tampak bertanya pada pria yang memegang teropong tadi, dan ternyata dia berbicara dalam bahasa Aelf kuno – entah ingin menunjukkan dia pelajar berbakat atau tidak ingin ada yang paham yang dibicarakannya, tapi dalam hal ini kurasa adalah yang kedua.

“Cathasach, kamu sungguh bisa tahu itu? Aku sendiri baru menerima informasinya lusa yang lalu.”

“Ketua, jika kita mau memasang lebih banyak telinga, tentunya kabar ini tidak akan bisa disembunyikan, bahkan di balik dinding akademi yang paling sakral sekali pun.”

“Ha ha ha…, tidak percuma kamu disusupkan ke dalam akademi. Kamu bahkan telah mendapatkan kepercayaan para guru di sana. Jika tidak, bagaimana mungkin mereka memberikan kabar ini pada seorang Aelfwine kecuali dia menunjukkan menjadi pelajar teladan yang mencintai kedamaian dan membenci perang?”

“Ketua terlalu memuji. Rencana ini sudah dimulai sejak lama, bahkan sebelum saya lahir, bisa mendukung rencana besar yang mulia raja demi kejayaan Aelfwine, tentu saja saya bangga.”

“Bagus. Memang benar, dan ini rencananya akan kusampaikan pada kalian semua. Pasukan yang besar telah disiapkan kali ini. Dan beberapa informasi palsu telah dibocorkan, mengatakan serangan akan dilakukan dalam lima tahun melalui darat. Walau pun palsu, namun informasi ini paling masuk akal. Tapi kenyataan tidak demikian.”

“Maksud ketua?” Ketiga orang lainnya serentak bertanya.

“Kita akan menyerang dalam tiga bulan melalui udara.”

“Tiga bulan? Udara? Bagaimana mungkin?”

“Jangan tanya padaku, tentunya ini sudah dipertimbangkan oleh atasan-atasan kita di militer. Kudengar mereka akan masuk melalui celah Tevfik, karena itu yang paling memungkinkan bagi sekitar tiga juta prajurit yang akan dikerahkan.”

“Dapatkah itu terjadi dalam tiga bulan?”

“Dua setengah bulan dari sekarang, pasukan akan melewati celah Tevfik, dan melalui jalur udara, hanya perlu waktu dua pekan untuk sampai ke pusat kotaraja ini. Bahkan jika pasukan utama yang sekarang sedang dipersiapkan diam-diam oleh Glaedwine tidak akan memiliki cukup waktu untuk datang ke kotaraja.”

“Terdengar cukup meyakinkan.”

“Baiklah, sekarang adalah tugas yang akan kubagikan pada kalian bertiga. Mulai dari Cathasach.”

“Baik ketua.”

“Cathasach, pada hari ke dua puluh bulan ketiga dari saat ini. Tempatkan isi botol ini di sumur-sumur utama akademi.”

“Ketua…, ini adalah…”

“Ini adalah racun ‘Rumput Es Pengunci Mana’, sesuai namanya, mereka yang terkena akan kehilangan kemampuan mengendalikan mana, sehingga para ahli di akademi tersebut hanya akan menjadi manusia biasa. Ketika kekuatan militer utama Glaedwine tidak ada di dalam kotaraja, maka penghalang utama kita adalah akademi dan para ahli di dalamnya. Melumpuhkan mereka bisa meningkatkan kesuksesan operasi militer ini dengan jauh lebih baik, jika mereka tidak ditangani, walau menang, namun harga yang dibayar terlalu mahal, kita mungkin tidak bisa mempertahankan kotaraja jika pasukan militer utama kembali ke kotaraja. Jadi ini sangat penting.”

“Saya mengerti.”

“Lalu Marcellin, bagaimana kecenderungan partai para saudagar mengenai kemungkinan terjadinya perang?”

“Ketua, saya sudah coba memancing reaksi mereka dalam beberapa kesempatan. Sepertinya kebanyakan dari mereka tidak menyukai perang, dan jika terjadi perang mereka akan mendukung keluarga kerajaan sepenuhnya dalam memenangkan perang, semakin cepat perang berakhir, akan semakin cepat bisnis mereka pulih. Kecuali beberapa saudagar senjata, kebanyakan tidak akan suka jika ada kerajaan lain yang melakukan agresi terhadap negeri ini.”

“Jika demikian, berarti kecuali kita menghantam habis keluarga kerajaan sampai ke akar-akarnya, maka kita tidak akan mendapatkan dukungan kelompok saudagar. Dan dalam hal ini, Nona Wilhelmine, semuanya tergantung padamu Liv pada waktunya nanti.”

“Baik ketua.” Jawab seorang wanita muda dengan pesona dewasa.

“Liv, di antara kita berempat, hanya kamu yang paling dekat dengan keluarga inti kerajaan. Tugasmu adalah menangkap dan mengeksekusi Putri Priscila Eileen Taner, jika dia sampai lolos dari serangan kali ini, maka penguasaan atas Glaedwine tidak akan sempurna karena loyalitas rakyat pada monarki. Pangeran Archelaos Taner dan putranya Pangeran Loke bisa dipastikan akan angkat senjata begitu perang dimulai, dengan serangan mendadak kita, bisa dipastikan mereka tidak akan selamat, apalagi jika akademi tidak dapat ikut campur.”

 

Selama beberapa saat aku memerhatikan percakapan di antara empat orang itu. Bahasan mengenai tahapan hingga rincian operasi mereka dibicarakan dengan seksama. Aku tak menyangka, begitu aku hendak menyelidiki kasus ini, kebetulan bisa mengungkap banyak hal yang sangat esensial. Jadi apakah ini yang disebut alam semesta mendukung?

Untungnya aku tidak mengesampingkan belajar banyak bahasa, walau mereka berbicara dalam bahasa Aelf, kurasa aku tidak akan keliru memaknai percakapan mereka.

Tapi perencanaan mereka memperlihatkan seakan-akan Glaedwine telah ada dalam genggaman musuh. Terlalu banyak negeri ini telah disusupi. Jika aku memutar balik kondisi, ini tak akan mudah.

Lima ratus ribu pasukan khusus lewat jalur udara. Terdiri dari empat ratus ribu kesatria dan seratus ribu penyihir.

Jenderal di antara para kesatria sudah mencapai tingkat kesatria muda tahap puncak. Dan pimpinan penyihir adalah seorang maestromagi.

Pasukan tersebut akan terdiri dari ratusan ribu kesatria pemula, ribuan kesatria penerus, serta puluhan ribu magi. Jika pasukan itu menghantam kotaraja, walau dengan bantuan akademi yang memiliki sejumlah kesatria muda dan maestromagi serta granmagi, bencana kehancuran tetap tidak bisa terelakkan.

Kekuatanku saat ini sebatas kesatria penerus, dan manaku hanya bisa membuatku menjadi magi tahap puncak, walau kemampuanku seharusnya bisa bersanding dengan seorang maestro.

Baiklah, sebulan ini aku harus meningkatkan kemampuanku, jika tidak jangankan untuk mengubah situasi, meyakinkan keluargaku atau paman Archelaos akan bahaya yang mengancam tidak akan mungkin.

Tampaknya, aku tidak ada pilihan lain selain menggunakan itu.

Sebelumnya

Eiwa 9 - Belut Musim Dingin pada Musim Semi

Malam harinya aku minta izin pada bunda, kakek dan nenek untuk bisa berjalan-jalan mengitari kotaraja. Aku yakinkan mereka bahwa aku akan baik-baik saja dan tidak akan menuju tempat yang aneh-aneh. Awalnya mereka tidak setuju, namun siapa yang bisa menolak mata ... Read more

Selanjutnya

Eiwa 11 - Menuju Wasswa

Berbekal sebuah pamflet mengenai acara kemah yang diadakan salah satu komunitas di kotaraja, aku berhasil meyakinkan keluargaku untuk ikut kemah bagi anak-anak yang ingin tahu mengenai alam sekitarnya, dan berinspirasi menjadi seorang penyihir di masa mendatang. Memang tidak aneh, karena ... Read more