Mereka yang melewati kebangkitan imihaku pada usia awal remaja umumnya diuji untuk kepekaan terhadap elemen-elemen alam semesta yang paling mereka peka. Elemen mana yang paling beresonansi dengan gerbang ethereal mereka, sehingga bisa memanfaatkan aliran mana untuk mengendalikan elemen tersebut.

Misalnya, mereka yang peka terhadap elemen api – salah satu elemen paling favorit – akan lebih mengambil jalan hidup mereka sebagai penyihir elemen api. Mulai dari menciptakan percikan api kecil hingga melontarkan api dalam jumlah besar yang cukup membumihanguskan sebuah kota adalah sesuatu yang akan ada dalam imajinasi mereka.

Sejumlah teks menyebutkan, alasan resonansi elemental pada sistem ethereal seseorang masih merupakan misteri terbesar. Bahkan mereka yang mencapai tahapan legendaris seperti seorang santomagi tidak bisa memahami ini.

Tapi bagaimana dengan si super jenius ini?

Sayangnya, bahkan si jenius ini tidak memiliki jawaban yang memuaskan dirinya.

Sistem ethereal pada setiap orang berbeda-beda, ketika aku melihat aura mana – aku bisa mengetahui resonansi masing-masing sistem ethereal mereka terhadap alam semesta. Kanal ethereal menjadi seperti sebuah jembatan spesifik, mereka hanya bisa dilalui satu jenis kabut mana. Dan masing-masing jenis kanal ini seperti merupakan kekhasan pada masing-masing individu yang diwariskan.

Sehingga tidak aneh jika ada sebuah keluarga yang turun temurun menghasilkan penyihir elemen api, dan keluarga lain menghasilkan penyihir elemen air. Seperti mereka yang berkulit putih menikah dengan orang berkulit putih, anaknya tidak akan lahir berkulit hitam, ini adalah hukum yang sepertinya bekerja dan masuk akal dalam menjelaskan sistem ethereal.

Hal ini didukung juga pada catatan riwayat mereka yang memiliki dual-elemen pasca mengalami kebangkitan imihaku, misalnya elemen api dan angin – jika orang tuanya masing-masing memiliki elemen api dan elemen angin. Namun kasus ini sangat jarang, karena kebanyakan anak hanya akan mengikuti satu elemen dari salah satu orang tua saja, atau mereka tidak mengalami kebangkitan imihaku sama sekali.

Sehingga aku merasa tidak keliru jika kemudian muncul teori yang menyatakan sebuah klan atau wangsa akan dikenal melalui aura mana mereka.

Tapi benarkah sistem ethereal di dalam diri seseorang hanya beresonansi dengan elemen tertentu, dan hanya bisa memanfaatkan mana untuk berinteraksi dengan elemen tersebut saja?

Ada satu hal yang entah mengapa tampaknya tidak diulas dalam teks-teks sihir, entah karena memang tidak ada yang menyadarinya, ataukah khawatir jika dibuka ke publik akan meruntuhkan pilar-pilar teori sihir selama ini? Atau mungkin yang mulai menyadarinya tidak dapat menemukan pembuktiannya.

Ketika resonansi elemen bersifat spesifik, dan menghasilkan aura mana yang spesifik. Lalu bagaimana seseorang bisa memiliki persepsi terhadap lebih dari satu elemen pada kondisi tertentu? Misalnya dalam pertempuran hidup dan mati antara dua penyihir, seorang penyihir elemen api akan bisa ‘melihat’ fluktuasi elemen air dari aura mana lawannya, seakan-akan dia dapat ‘merasakan’ elemen air, namun tidak dapat mengontrolnya.

Tentu hal tersebut tidak terjadi dalam banyak kesempatan, apalagi di negeri yang memiliki riwayat era damai yang panjang. Tidak mudah ‘melihat’ elemental lain yang bukan resonansinya, jika mudah, akademi tidak akan memerlukan kristal penguji mana untuk melihat aura mana seseorang dan menentukan apakah orang tersebut memang memiliki aura mana sesuai dengan pengakuannya. Tapi tentu saja hal ini tidak absolut.

Ini adalah paradoks tersebut. Teorinya, orang hanya bisa mengontrol elemen tertentu dengan syarat dia harus mampu terlebih dahulu ‘melihat’ elemen tersebut melalui mana dengan indera ethereal di dalam diri mereka. Jika seseorang yang sudah bisa mengontrol elemen tertentu kemudian ternyata bisa ‘melihat’ elemen lain, bukankah berarti dia sebenarnya berpotensi bisa mengontrol lebih banyak elemen? Apakah teori sihir selama ini keliru?

Setidaknya, si jenius ini adalah buktinya.

Ketika aku masih berada dalam kondisi tabula rasa, penginderaan etherealku bisa melihat pelbagai aura mana orang-orang di sekitarku, yang kemudian aku ketahui bukan sebagai kemampuan yang umum, bahkan tidak ada yang mampu!

Dan ketika aku mendapatkan hadiah di ulang tahun pertamaku dari Kakek Euthymius, ya buku yang membuat pusing itu! Maka aku menyadari hal-hal yang selama ini tidak kupahami.

Segala sesuatu di dunia, dibentuk oleh energi yang universal – energi ini dikenal sebagai mana. Dan energi ini memiliki personifikasi, yang dikenal sebagai elemen. Langit, udara, pegunungan, lautan, daratan, api, air, tanah, semua adalah elemen – termasuk tubuh manusia, yang berarti bahkan tubuh manusia adalah personifikasi dari sebuah energi universal ini.

Hanya saja, secara umum, tidak ada yang bisa melihat elemen sebagai personifikasi mana, para penyihir hanya melihat elemen sebagai suatu zat atau keberadaan yang mengandung atau bisa dikendalikan dengan mana. Oleh karena itu, tidak heran jika kebanyakan teori sihir gagal menyentuh hukum alam semesta yang lebih dalam – Pono!

Dengan mengubah personifikasi energi atau mana, maka seseorang dapat mengubah elemen, baik sifat, wujud, vektor, yang bermakna dari sebuah air tenang di permukaan danau – seorang penyihir dapat membuatnya menjadi naga air besar yang terbang meliuk di angkasa!

Tapi tidak hanya itu, modifikasi personifikasi juga bisa mengubah susunan dasar sebuah elemen sehingga menjadi elemen yang sepenuhnya berbeda. Misalnya, dapatkan buah apel diubah menjadi logam mulia emas? Ya, tentu saja!

Jika bertanya pada teks sihir saat ini, maka jawabannya adalah memerlukan rangkaian diagram sihir raksasa dengan mantra yang kompleks serta jumlah mana yang luar biasa banyak – maka sejumlah penyihir yang bekerja bersama-sama berkemungkinan mengubah sepiring apel menjadi emas! Ya, berkemungkinan. Tapi jika melihat hukum alam semesta yang lebih dalam, maka jawabannya adalah cukup dengan mengubah personifikasi energinya!

Ini memperlihatkan betapa mengerikannya seseorang yang bisa sepenuhnya menguasai Pono! Bagaimana dia berinteraksi dengan mana dan elemen sungguh berada dalam lingkup pandang yang benar-benar berbeda dengan nyaris semua orang di dunia.

Kini aku – walau belum tiba hingga tahap kesadaran tersebut – bisa memahami bahwa alam semesta termasuk kehidupan di dalamnya adalah samudra mana yang luar biasa kaya dan mungkin tak terbatas yang mengambil wujud dalam bentuk pelbagai elemen.

Tiba dengan pemikiran ini, aku mengakhiri perenunganku mengenai Pono, Sistem Ethereal, Mana dan Elemen.

 

Lalu aku mengambil kotak senjata yang aku kubawa, kotak kecil sepanjang tiga perempat meter. Di dalamnya terdapat sejumlah senjata dalam bentu kecil, disesuaikan dengan ukuran tubuhku saat ini.

Sebenarnya aku sendiri sempat bingung, memilih sekian banyak jenis senjata yang ada. Tentu saja, membawa semua jenis senjata – setidaknya untuk saaat ini – merupakan pilihan yang bodoh.

Sehingga aku hanya memilih tiga, sepasang belati, sebuah gladius pendek dan jian. Kecuali belati yang bermata satu, maka sisanya bermata dua.

Aku menempatkan gladius menyilang di punggung dengan gagangnya menonjol di pundak kanan, belati masing-masing di kedua betis bagian luar, dan pedang di pinggang kiri.

Bahkan jika seseorang adalah logam berkualitas tinggi, jika tidak ditempa dalam bara api dan diasah ribuan kali, dia tidak akan menjadi cukup tajam untuk menebas semua halangan di dunia. Kini saatnya latihan yang sesungguhnya dimulai.

Sebelumnya

Eiwa 11 - Menuju Wasswa

Berbekal sebuah pamflet mengenai acara kemah yang diadakan salah satu komunitas di kotaraja, aku berhasil meyakinkan keluargaku untuk ikut kemah bagi anak-anak yang ingin tahu mengenai alam sekitarnya, dan berinspirasi menjadi seorang penyihir di masa mendatang. Memang tidak aneh, karena ... Read more

Selanjutnya

Eiwa 13 - Diagram Sihir Beban Langit

Target yang harus dicapai dalam pekan ini adalah menjadi seorang kesatria pemula dan magi pewaris, sesuatu yang umumnya diimpikan untuk dicapai dalam jangka waktu beberapa tahun. Sayangnya, aku tidak memiliki banyak waktu untuk itu, atau tepatnya – tidak memiliki waktu ... Read more