Setelah menyelesaikan santap malam dan menyegarkan badan dengan mandi singkat. Aku melompat keluar dari tenda dan duduk di puncak kanopi yang kini dihiasi oleh lautan bintang dan benda-benda angkasa dengan cahaya yang berkelap-kelip. Kehidupan bisa saja memaksa seseorang untuk menghadapi situasi yang genting, namun jika keindahan seperti ini terlewatkan begitu saja, maka betapa sia-sia waktu yang dilewati.

Dengan duduk bersila, aku mengakhiri pengamatanku akan lautan permata di langit malam, dan kesadaranku membawaku ke dalam relung batinku.

Gelombang Sembilan Kesadaranku sampai pada tahap keenam, dan saat ini aku bisa membagi gerak batinku ke dalam enam kesadaran yang terpisah. Ini memberikanku kemampuan memikirkan enam masalah secara terpisah.

Gerbang batin pertama, stabilisasi samudra kesadaran.”

Dengan ini, salah satu dari enam bagian dapat kugerakkan untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh area batin dan hubungannya dengan dua luar. Jika ada suatu rangsang dari luar tubuh, maka gerbang batin ini akan merespons pertama kali.

Gerbang batin kedua, konstruksi raga dan sistem ethereal.”

Tubuh perlu dijaga dengan baik, dan sistem ethereal juga demikian. Umumnya orang akan menggunakan istirahat satu malam untuk membiarkan tubuh termasuk sistem ethereal dalam diri mereka kembali segar. Orang berkata, tidur adalah obat terbaik mungkin tidak keliru. Bagiku yang sudah menggunakan diagram sihir beban langit, tidur akan menjadi obat yang terbaik. Sayangnya, saat ini tidur adalah sesuatu yang mewah bagiku. Waktu begitu berharga. Aku memanfaatkan salah satu bagian batin untuk membenahi tubuhku dan sistem ethereal dengan menggerakkan mana sesuai dengan teknik penyembuhan.

Gerbang batin ketiga, asimilasi teknik beladiri dan tempur.

Ingatanku dipenuhi dengan teks-teks teknik beladiri dan tempur dari perpustakaan. Jika ini tidak dicerna, maka teknik-teknik ini akan menjadi pajangan dalam batinku. Apalagi kebanyakan teknik tersebut didesain untuk digunakan oleh tubuh orang dewasa, sedangkan tubuh kecilku mungkin akan tampak konyol menggunakan teknik-teknik tersebut.

Seperti, bagaimana memukul jika tinjumu tidak sampai pada lawan?

Ketika aku memiliki potensi besar akan berhadapan dengan lawan-lawan yang bertubuh jauh lebih besar, maka aku harus mempertimbangkan teknik-teknik yang mengutamakan ketangkasan dan kelincahan. Teknik langkah, jurus meringan tubuh, kuda-kuda yang beragam, hingga penggunaan mana saat bertempur menjadi prioritas dibandingkan teknik pukulan, tendangan atau lainnya.

Sebagai ganti serangan, aku memprioritaskan pada serangan yang langsung melumpuhkan. Baik dengan tangan kosong, maupun senjata yang kupilih saat ini.

Gerbang batin keempat, telusur mana dan sihir.

Sejak mendapatkan wawasan lebih jauh mengenai pono, mana, dan sihir. Aku mencoba menggali sejumlah sihir yang ada dalam ingatanku dan mengaitkan mereka satu sama lain. Bukan hanya sekadar menghapal mantra atau diagram sihir, namun aku juga ingin tahu prinsip di baliknya.

Tahu bagaimana memanah adalah hal yang baik, namun mengetahui bagaimana sebuah busur dan anak panah dibuat jauh lebih baik. Seseorang pengguna akhir itu baik, namun seorang penemu jauh lebih baik menurutku.

Selama memanfaatkan batin untuk menelusuri setapak pono, aku menemukan beberapa ide untuk menggunakan sihir-sihir baru, terutama dalam mengatasi kekuranganku.

Gerbang batin kelima, kemurnian alkemia.

Alkemia merupakan salah satu cabang pengetahuan yang ingin kukuasai. Alkemia berarti memanfaatkan elemen-elemen yang tersembunyi di dunia untuk menghasilkan hal-hal baru yang bisa setara dengan kemampuan sihir.

Jika seseorang memproses bebatuan api dengan tepat, maka dia bisa menghasilkan tungku berbahan batu api yang aman digunakan, jika diproses lebih jauh lagi, maka bisa dijadikan serbuk peledak dalam meriam perang. Semua memerlukan pengetahuan dan keahlian alkemia.

Alkemia dasar dikuasai hampir oleh semua orang, seperti bagaimana memanfaatkan bunga rumput sembilan embun yang memiliki elemen air murni untuk menyembuhkan demam dengan cara meremukkan dan mengompresnya pada si sakit. Tapi alkemia yang lebih rumit memerlukan pengetahuan yang jauh lebih tinggi, seperti bagaimana membuat pil yang bisa menjadikan seorang kesatria pemula naik tingkat menjadi kesatria penerus.

Menguasai alkemia bermakna menambah kebijaksanaan dalam hidup, dan memberi jalan keluar alternatif bagi banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan sihir semata.

Gerbang batin keenam, ensiklopedia muslihat.

Seseorang mungkin memenangkan pertempuran jika ia cukup kuat, namun bisa kalah dalam perang secara keseluruhan jika dia tak punya cukup otak.

Muslihat adalah sesuatu yang ada di seluruh belahan dunia, namun tidak dipamerkan di etalasenya. Para ahli stratagem menjadi jenderal-jenderal ternama di masing-masing kerajaan. Peperangan besar tanpa perencanaan yang matang adalah bunuh diri.

Hanya diperlukan satu butir beras untuk menggeser timbangan, dan para ahli strategi ini adalah mereka yang memutuskan di mana satu butir beras ini akan ditempatkan.

Formasi pasukan, teknik bertahan, teknik mengepung, teknik mundur dari lawan, teknik mengejar lawan, perang hadap-hadapan hingga perang gerilya adalah bahan-bahan dasar dari teknik perang.

Tentu saja ditambah bumbu kemampuan diplomasi, penguasaan akan hukum perang dan pemerintahan, serta kemampuan mengendalikan suasana politik adalah pemanis dari ensiklopedia muslihat.

Tujuanku adalah, jika mampu mengalahkan musuh dengan kepalan tangan, maka pastikan juga mampu mengalahkannya hanya dengan bergeming, inilah puncak sebuah siasat.

 

Malam semakin larut, tubuh kecilku tetap duduk tegak dalam posisi bersila. Sesekali angin mengayunkan kanopi di tempatku berada, namun sama sekali tidak membuatku membuka mata. Dan tanpa sadar, hingga matahari terbit kembali, aku larut dalam meditasiku.

 

Dan setelah pagi itu, aku kembali berlatih dalam siksaan diagram sihir beban langit, dan malamnya terdiam dengan meditasi memanfaatkan gelombang sembilan kesadaran.

Rutinitas ini berlangsung dari waktu ke waktu dan berulang-ulang.

Hingga suatu hari, aku melihat ke dalam tenda, dan menyadari bahwa persediaan makananku sudah habis dan menipis.

“Oh…, sudahkah ini waktunya untuk berburu makanan?”

Sebelumnya

Eiwa 13 - Diagram Sihir Beban Langit

Target yang harus dicapai dalam pekan ini adalah menjadi seorang kesatria pemula dan magi pewaris, sesuatu yang umumnya diimpikan untuk dicapai dalam jangka waktu beberapa tahun. Sayangnya, aku tidak memiliki banyak waktu untuk itu, atau tepatnya – tidak memiliki waktu ... Read more

Selanjutnya

Eiwa 15 - Tamu dari Balik Danau

Tanpa terasa, sudah empat puluh hari berlalu di Wasswa. Berarti hanya dalam lima hari lagi, separuh dari waktu yang kumiliki sudah digunakan. Dan terus terang, sampai saat ini, semua masih berjalan sebagaimana yang kuharapkan. Tubuhku sedang melesat ringan di antara ... Read more