Tidak terasa, saat ini usiaku sudah mencapai lima tahun. Tidak seperti pada pencapaian usia-ku setahun, maka selama empat tahun berikutnya tidak ada pesta ulang tahun yang meriah dengan tamu undangan. Tapi cukup aku, bunda, kakek dan nenek saja. Bagiku, suasana seperti ini cukup menyenangkan.

Lima tahun ini aku menemani bunda bekerja di perpustakaan akademi. Setahun menghabiskan waktu di rumah merawatku tidak menyulitkan bunda kembali ke pekerjaan asalnya.

Harus kuakui, perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan, di mana aku bisa menjadi raja. Di perpustakaan tidak boleh ada yang berisik atau bersuara keras, tapi siapa yang berani memprotesku jika aku berteriak atau menangis? Yang ada adalah beberapa pelajar perempuan akan mendatangiku dan menghiburkan dengan sejumlah manisan. Tapi tentu saja ini tidak sering kulakukan, karena akan membosankan, dan efeknya akan menurun.

Hal-hal lain yang bisa kulakukan adalah melahap semua sumber informasi yang betebaran di sini. Tentu saja ini adalah tujuan utamaku. Suatu saat nanti, aku akan tampil ke panggung dunia, di saat anak-anak lain masih terlelap, maka mereka tidak akan bisa menyalahkanku jika aku mencuri start lebih awal. Kehidupan memang tak pernah adil kawan, jadi buatlah keadilan bagi dirimu sendiri.

Untungnya, dengan kejeniusanku yang luar biasa, maka semua bahan informasi di sini dapat kuserap dengan sangat baik. Tanya aku apa saja, pengetahuan dasar? Bukan masalah; pengetahuan lanjut? Juga bukan masalah. Isu politik, milter, sosial, ekonomi, hukum, budaya, sejarah, geografi, sihir, hingga pengetahuan khusus dibidang persenjataan, pendidikan kesatria dan penyihir, perdagangan dan kelompok dagang, serta hubungan antar klan, fraksi, negara – silakan tanyakan semua.

Misalnya, Kerajaan Glaedwine didirikan sekitar lima ribu tahun yang lalu, Dinasti Taner adalah pendiri awal dan pemegang tahta kerajaan hingga sekarang. Raja sekarang adalah Taner ke-63, dan laki-laki yang bernama Archelaos yang dulu datang ke pesta ulang tahun pertamaku adalah Taner ke-64 yang juga pewaris tahta Glaedwine.

Kota Glaedwine tempatku berada saat ini adalah ibukota kerajaan. Glaedwine terdiri dari lima belas provinsi besar yang masing-masing dipimpin oleh seorang magistra. Lima belas province terdiri dari tujuh provinsi dibawah kerajaan langsung, tujuh provinsi otonomi, dan satu provinsi kotaraja yang berada secara khusus magistranya adalah putra mahkota sendiri.

Setiap provinsi memiliki luas sekitar tiga ratus ribu kilometer persegi, kecuali kotaraja yang dua kali lebih luas daripada provinsi lainnya, sehingga total luas kerajaan Glaedwine adalah sekitar lima juta kilometer persegi. Sebenarnya tidak terlalu besar, mungkin cukup dengan menarik sebuah bujur sangkar dengan sisi dua ribu meter, maka kita akan mendapatkan taksiran luas kerajaan Glaedwine.

Glaedwine tidak memiliki garis pantai. Dan ini membuatku frustasi, aku bahkan membaca negara yang beruntung memiliki garis pantai akan memiliki pemandangan yang eksotis, dan juga gadis-gadis yang eksotis yang mengelola penginapan dan kedai di pantai yang ramai pengunjung.

Eh, jangan salah, perpustakaan Glaedwine juga memuat informasi tentang daerah-daerah tujuan wisata yang paling menarik, lengkap dengan referensi penginapan dan kulinari dalam seabad terakhir.

Contohnya buku yang kupegang saat ini, salah satu pantai yang paling menarik, karena memiliki pasir putih bersih, ombak yang tenang, dan gadis-gadis lokal yang manis.

“Kak, coba lihat, Eiwa setiap kali memandang buku tentang wisata pantai selalu tersenyum lebar dan tertawa sendiri.”

“Hus…, nanti dia dengar, bagaimana pun juga dia putra dari senior kita. Aku sendiri belum pernah lihat yang seperti satu ini, anak berusia lima tahun dan sudah menghabiskan waktunya dengan membaca sebagian besar buku di perpustakaan ini. Kita tak akan pernah tahu isi pikirannya.”

Ups…, dua orang petugas perpustakaan sedang memperbincangkanku. Sepertinya aku lupa lagi mengendalikan ekspresiku.

Memang hobiku membacaku sepertinya mengherankan banyak orang, terutama para petugas perpustakaan. Hanya saja, setelah empat tahun, mereka hanya melihatnya sebagai kewajaran, walau mereka tidak memahaminya.

Apa yang kudapatkan dari perpustakaan tidak hanya masuk sebagai pengetahuan belaka, namun banyak informasi yang ternyata dapat diaplikasikan langsung. Misalnya saja teknik olahraga, olahnapas, bela diri, olahmana, hingga ilmu sihir mulai dasar dari yang rumit.

Sejak aku membaca buku aneh yang kudapatkan dari Kakek Euth, aku menemukan teknik-teknik praktis ini menjadi tidak sesulit yang sering kudengar dibicarakan oleh para pelajar di akademi.

Semisalnya, ketika mereka mengatakan sihir es untuk membuat penjara es, di mana sasaran hidup dapat direanimasi ulang adalah hal yang sulit. Aku dengar beberapa di antara mereka gagal, karena hewan percobaan yang mereka kurung di dalam penjara es menemui hari akhirnya setelah keluar dari dalam balok es.

Namun aku pernah mencoba teknik ini pada ikan yang dihadiahkan kakek di dalam akuarium di rumah. Aku membekukan ikan dalam sihir penjara es selama semalam, dan keesokan harinya ikan tersebut tidak memerlukan reanimasi untuk bisa berenang seperti biasa.

Ada dua hal yang kutemukan aneh selain aku bisa menggunakan sihir dan ilmu bela diri dengan lebih mudah dibandingkan orang lain. Aku bisa melihat bagaimana mana bekerja dalam sebuah teori sihir jauh sebelum mengaplikasikannya, dan jika teori tersebut terdapat kekeliruan, aku bisa langsung memperbaikinya. Sejumlah teori tidak tepat sejalan dengan hukum semesta, sehingga hasilnya bisa berhasil bisa tidak. Jika gagal, itu wajar, jika berhasil – itu adalah keajaiban, dan sayangnya ada saja ahli sihir yang berpendapat keajaiban ini adalah hasil wajar yang wajar muncul dari teori yang mereka kemukakan. Sehingga, di perpustakaan ini, jika seseorang tidak hati-hati, mereka bisa menemukan jebakan iblis ini.

Yang kedua adalah aku bisa membelokkan sedikit hukum ini. Aku melihat celah dalam hukum dualitas mana dan elemental. Dengan memanfaatkan celah tersebut, aku bisa membuat hukum yang baru, atau setidaknya baru kutemukan sendiri. Jika biasanya orang hanya bisa menghasilkan api yang panas, maka dengan membelokkan hukum, aku bisa menghasilkan api yang dingin.

Tentu saja, bagian yang menarik dari perpustakaan adalah tempat disimpannya dokumen-dokumen rahasia, buku-buku berbahaya, dan gulungan-gulungan terlarang.

Tubuhku kecil, aku bisa dengan mudah menyusup ke sana. Awalnya memang tidak mudah, karena aku sering ketahuan. Tapi wajah polos plus kata-kata ‘aku tersesat’ dengan mata berlinang adalah jalan keluar paling mujarab yang tak pernah gagal, terima kasih untuk adonan kokoa dan avokado tentunya.

Rasa penasaranku tentu tidak berhenti di situ. Berbekal sejumlah ilmu bela diri yang kupelajari di perpustakaan. Setiap malam aku berlatih di perkebunan tidak jauh dari rumah, tinggal menggulung bantal di bawah selimut dan meletakkan sedikit mana yang membentuk elemen meniru tubuhku, maka sepintas tidak akan yang bisa membedakan antara aku dan bantal di bawah selimut.

Ilmu olahnapas dan kelincahan sangat bermanfaat bagiku untuk diam-diam menyelundupkan diri ke area terlarang. Aku sangat berhati-hati, dan tentunya aku masih satu dua kali gagal, dan harus kabur sebelum ketahuan. Ini memaksaku juga belajar rangkaian formasi, diagram dan mandala sihir – karena yang menjaga area terlarang bukan saja hanya manusia, namun juga jebakan sihir.

Tentu saja jebakan sihir di sini tidak akan membunuh penyusup, namun cukup untuk melumpuhkan mereka. Lagi pula, jika memang benar ada teknik pusaka yang dimiliki akademi, mereka tidak akan cukup bodoh menyimpannya di area terlarang – setidaknya mereka akan memiliki area yang amat amat terlarang untuk itu. Untuk semua yang disimpan di sini, membunuh penyusup tidak sepadan nilainya.

Pun demikian, bagiku di sini seperti menemukan harta karun. Setelah meneteskan peluh, berlatih diam-diam setiap malam sepanjang tahun. Akhirnya aku bisa dan terbiasa menyusup ke area terlarang tanpa meninggalkan setetes peluh pun di sepanjang perjalanan.

Sudah sekitar dua tahun aku bisa keluar masuk wilayah terlarang, dan ini seperti menemukan harta karun dari dalam harta karun.

Sebuah kitab bisa mengajarkan teknik pedang atau tombak yang dahsyat, yang bahkan tidak semua jenderal bisa menguasainya. Atau sebuah gulungan yang berisi mantra sihir, formula ramuan, diagram dan mandala sihir akan membuat seseorang melihat gulungan sejenis di area publik seperti membandingkan elat di langit dan ulat yang merayap di ranting pohon.

Bahkan teknik pembuatan senjata, termasuk menggunakan senjata rahasia, membuat racun mematikan atau pil mujarab ada di sini. Jika membaca ensiklopedia di area publik, aku tak akan menyangka hal-hal yang dimuat dalam insiklopedia itu bisa digunakan seperti dicantumkan di sini. Ah, tentu saja ini menjadi rahasia, jika semua orang tahu, mereka bisa menjadi pembunuh bayangan profesional.

Dan berkat upaya menyusup ke dalam area terlarang, entah kenapa tubuh lima tahunku kini tampak lebih berotot dibandingkan dengan anak-anak seusiaku. Kadang aku sendiri agak ngeri melihatnya. Untungnya, dalam salah satu sudut area terlarang aku menemukan teknik tabib yang bisa menjaga struktur otot tidak membasar secara membabi buta, namun tetap mempertahankan efisiennya – aku tidak ingin menjadi raksasa dalam lima tahun ke depan, atau gadis-gadis akan meninggalkanku.

Mana di dalam tubuhku bertambah murni, dan menyatu dengan seluruh organ dan jaringan dalam tubuhku.

Aku bisa melihat dan mendengar sepuluh kali lebih baik dibandingkan anak seumurku. Dengan bantuan mana, aku bisa menahan napas selama setengah jam. Aku cukup mahir dalam ilmu meringankan tubuh, bermain pedang dan tombak, serta menggunakan busur dan panah. Tidak ada sihir yang tidak dapat kuhasilkan, bahkan kebanyakan yang sederhana tidak perlu bagiku untuk membaca mantra. Aku bisa mengenali dan membuat ulang pelbagai diagram, formasi, dan mandala sihir.

Aku juga belajar teknik alkemia, mulai dari membuat ramuan dan pil sihir yang sering disebut sebagai obat ajaib, hingga memasangkan simbol sihir dengan efek tertentu pada pelbagai perkakas atau senjata.

Jika ada yang mengatakan untuk lebih menikmati masa muda dibandingkan mendekam di balik perpustakaan yang gelap, maka mereka keliru – setidaknya, akulah bukti kekeliruan itu sendiri.

Seperti pencari harta karun sejak lahir, maka dalam lima tahun ini, harta pengetahuan dan keahlian yang kukumpulkan menjadi sesuatu yang bertambah dari waktu ke waktu.

Hari ini misalnya, adalah hari keberuntunganku. Aku tidak menduga menemukan satu teknik olahmental dan satu teknik mandala kelas atas di salah satu sudut area rahasia yang jarang dijamah. Kedunya adalah “Gelombang Sembilan Kesadaran” dan “Teleportasi Jamak”.

Dulu aku pernah mendapatkan “Pilar Tiga Batin”, yang intinya membagi kesadaran ke dalam tiga wilayah terpisah, dan masing-masing bisa mengerjakan hal yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setelah membaca tiga mantra sihir misalnya, aku bisa langsung melatih ketiganya secara bersamaan. Belajar tiga kali lebih cepat dibandingkan orang kebanyakan, dan teknik “Gelombang Sembilan Kesadaran” merupakan versi yang lebih ‘canggih’ dari teknik “Pilar Tiga Batin”.

Sedangkan “Teleportasi Jamak” sesuai judulnya, bisa membuat penggunanya berpindah tempat ke banyak tempat sekaligus.

Aku senang sekali! Hingga tiba-tiba… sepasang suara langkah kaki datang mendekat!

Sebelumnya

Eiwa 6 - Bayi yang Terbang

Malam itu aku sendiri di kamar pribadiku – hadiah ulang tahun – yang ada di lantai dua. Tampaknya tidak ada yang bertanya lebih jauh setelah pesta ulang tahun selesai. Yah..., jenius memang hanya bisa membuat orang terbelalak tanpa bisa berpikir ... Read more

Selanjutnya

Eiwa 8 - Mata-mata Kerajaan dan Rahasia Masa Lalu

Siapa yang datang ke area terlarang yang paling terpencil di siang bolong seperti ini. Aku tak habis pikir, dan mereka tampak terburu-buru. Jantungku mulai berdebar kencang, aku tidak ingin ditemukan menyusup ke dalam area rahasia, karena orang-orang akan mulai curiga. ... Read more