Dandelion 26 – Tararian Pedang Empat Musim

Gelombang energi menyapu seluruh Ema, suar paradoks ruang-waktu menembus bumi dan langit. Di salah satu taman kekaisaran Bren, sang kaisar sedang memandangi papan caturnya, sementara kepala Akademi Ksatria dan Sihir Agung Bren baru saja menyelesaikan giliran langkahnya dengan menyeruput secangkir teh ginseng. Tiba-tiba seluruh tubuh mereka merinding, angin yang cukup kencang menerpa seluruh wilayah Bren,…

Read more Dandelion 26 – Tararian Pedang Empat Musim

Dandelion 24 – Fionnuala

Dari balik langit-langit yang runtuh, di antara serpihan debu dan puing yang berjatuhan dalam semburat cahaya. Mahluk agung bergelimang kemuliaan tersebut datang bak mentari turun dari langit. Kehadirannya membawa campuran rasa takjub sekaligus takut pada orang-orang yang melihatnya. Namun sekali lagi, pandangan dan raut wajah Vasu tetap tenang, seperti permukaan danau musim gugur yang tak…

Read more Dandelion 24 – Fionnuala

Dandelion 23 – Hutan Kabut Ungu

Pria muda yang ada di hadapan Vasu dan Christine tersenyum pahit, “Apa…? Kalian tidak senang melihatku? Wajah kalian seperti baru melihat setan saja.” – Pria itu mendengus, wajahnya kesal, namun kelusuhan lebih mewarnai guratan ekspresi serta aura lelah dan putus asa yang menyelimutinya. Dia bagaikan orang yang baru naik turun tujuh pegunungan dan berenang menyeberangi…

Read more Dandelion 23 – Hutan Kabut Ungu