Eiwa 5 – Hadiah

Suasana ruangan menjadi begitu senyap, seperti pemakaman di malam hari. Bahkan kuburan pun masih diramaikan oleh suara jangkrik atau burung hantu. Di ruangan ini justru suasana terasa lebih mencekam, bahkan dentingan sendok kue yang jatuh dari tangan gemetar salah satu tamu pun jadi terdengar dengan jelas.

Oi… oi…, apakah kita memang sedang melihat hantu?

“Ehem…, tolong kalian jangan melihatku demikian. Aku orangnya pemalu.”

Tidak Kek, Anda bukan pemalu, tapi sebuah bom. Tiba-tiba muncul dan membuat suasana menjadi senyap.

“Senior Aristides, silakan… silakan…, maafkan kami terlambat menyambut.”

Wow…, bahkan kakek pun sangat ramah pada orang ini.

“Salam kakek.” , “Selamat datang ayah mertua.” Kini giliran Loke dan Eileen, serta laki-laki yang bernama Archelaos itu yang menyambut tamu terakhir ini. Dan orang tua itu hanya mengangguk-angguk saja.

Berarti kakek ini adalah kakek dari Loke dan Eileen dari garis ibu mereka.Read more

Eiwa 4 – Tamu dan Undangan

Tiga kali suara ketukan terdengar di pintu. Kakek bergegas ke depan untuk membukakan pintu. Sepertinya tamu telah mulai datang. Aku tidak yakin berapa banyak yang diundang ke acara pesta ini.

“Oh… Archelaos. Senang kamu bisa datang, ayo masuklah. Kalian juga anak-anak.”

Tak lama kemudian, aku melihat kakek mengantar tiga orang ke ruang tengah. Satu laki-laki dewasa berambut dan bermata cokelat, berbadan tegap dengan warna kulit putih cerah. Entah kenapa, aku merasakan ada aura yang kental – keemasan terpancar dari laki-laki ini tersembunyi dari wajah kalemnya.

Ah, jangan bilang dia ke sini mau mendekati Bunda!Read more

Eiwa 1 – History of Chaos in Three Realms

Nobody knew, where that horrible news came. The fall of Padmaloka, the death of the great creator. The prologue of chaotic symphonies all over three realms.

Padmaloka, the realm that oversaw all realms, collapsed hundreds of centuries ago without any warning. Many experts and masters from three realms came to seek the truth.

But what they found? A broken great gate, the only gate to entering Padmaloka.

They waited there cautiously for a century full, before one by one left in with their own preoccupied mind.

A century later a great war broke out within nine underworlds, a year later the similar situation happened in nine heavens.

The last nine worlds seem crushed like an ant trapped in the middle of two great elephant fight.Read more

Eiwa 3 – Ulang Tahun Pertama

Hari ini adalah hari ulang tahun-ku yang pertama, sementara aku menikmati adonan hangat dari kakao dan avokado yang sangat bermanfaat dalam menambah kesempurnaan bulatnya pipi mungilku, Bunda tampak sibuk membersihkan rumah dan memasak sejumlah hidangan.

Beberapa koleganya dari perpustakaan akademi juga ikut datang membantu. Dan mereka semua perempuan-perempuan muda yang manis, semanis adonan hangat kakao dan avokado ini.

“Senior Floretta, lihatlah si kecil Eiwa, aku belum pernah melihat bayi usia setahun bisa makan dengan serapi ini – tidak ada adonan yang berceceran di lantai ataupun berlepotan di wajahnya.”

Salah satu dari kolega junior Bunda datang menghampiriku dan mencubit pipiku dengan gemas. Lihat kan, ini adalah daya tarik dari kesempurnaan pipRead more

Eiwa 2 – Sang Genius Telah Lahir

Hei, di sini Eiwa! Ya, benar, sang genius yang telah lahir ke dunia.

Sudah ada yang mendengar puisi yang kugubah begitu aku lahir ke dunia? Jika belum, berarti dia sudah melewatkan satu bab dari kisah ini, silakan lihat bab sebelumnya.

Katanya, orang yang meninggal akan memasuki seperti lorong cahaya ke dunia yang lain.

Aku berpikir sebelumnya, bahwa aku mungkin meninggal. Karena saat itu aku merasa melewati sebuah terowongan yang sempit.

Apakah aku akan masuk ke neraka – pikirku ketika itu, karena terowongan tersebut begitu gelap.Read more

Eiwa 0 – Prologue

I am the sin of nine heavens, the nine worlds, and the nine underworlds.

Perhaps the great creator has made his first mistake when I born within the very first samsara. But sure, he denied it, ‘Samsara itself just an illusion, how can an illusion become a mistake?’, he was laughing out loud and made spring lasting for one Kalpa – an eon of great joy for all living beings in the realms.

For an eon, I drown myself, my mind, in deep contemplation.

Then I went for another question, I just could not understand, is my very existence just an illusion?

‘You want an answer?’ He asked me.Read more

Eiwa 1 – Puisi Sang Bayi

Eiwa, itulah nama yang diberikan padaku. Siapa yang memiliki ide pertama kali memberikan nama itu? Aku tak tak tahu – tapi orang itu pasti ada masalah dengan otaknya. Mengapa? Karena Eiwa bermakna ‘awal dari seberkas cahaya harapan’ menurut jawaban yang diberikan kepada orang-orang yang menanyakan namaku, tapi kenyataannya – itu tak pernah ada di dalam kamus, bahkan tidak ada kata ‘eiwa’ sama sekali. Tampaknya yang mengusulkan namaku adalah seorang arkeolog yang bermimpi menemukan batu rosetta dari sebuah bahasa peradaban purba.

Sebelum kita beranjak lebih jauh, aku harus katakan aku adalah laki-laki, tulen tentunya. Ini harus ditekankan, karena beberapa yang mendengar kata ‘Eiwa’ langsung berpikir aku adalah perempuan.

Aku mungkin tidak bisa dikatakan pria dewasa, aku akui itu.Read more

1 6 7 8