Eiwa 40 – Misi Bunuh Diri

Tidak pernah ada yang berbicara tentangnya di rumah, tidak juga di tempat lainnya. Aku telah lama berpikir bahwa topik tersebut mungkin saja adalah sebuah tabu pada keluarga kami. Aku pun telah lama memutuskan untuk tidak bertanya, walau sesekali atau dua kali aku menemukan seseorang menghubungkanku dengannya. Seseorang yang mendapatkan penghormatan dari pribadi-pribadi yang tidak sedikit […]

Eiwa 39 – Perpisahan Sementara

Keheningan panjang muncul di atas kolam yang membeku. Aku ternganga seakan-akan ada gadamala yang tersangkut di tenggorokanku. “Kupikir dia betina?” Aduh…, seharusnya aku tidak menanyakan itu. Memang benar, penasaran itu bisa membunuh. Aku mengelus-elus pipiku sendiri yang sekarang dihiasi sejumlah bekas cakaran. “Seharusnya kamu tidak menanyakan itu.” “Aku tahu.” “Baiklah, jika demikian, aku akan menunggumu […]

Eiwa 38 – Strategi Demi Masa Depan

Beberapa orang tampak berlalu lalang dengan bergegas, meja-meja balairung kota dipenuhi dengan pelbagai gulungan, tumpukan berkas, peta juga maket miniatur wilayah Rokus dan pegunungan dan lembah Glyndwr beserta sejumlah hutan pinus yang ada di sekitarnya. Orang-orang begitu sibuk, jika tidak sedang melihat langsung pada bangunan balairung balai kota, mungkin aku akan menduga bahwa saat ini […]

Eiwa 37 – Dua Sisi

Bermandikan cahaya atau terselubung kabut misteri, demikian dua sisi Ordo Singa Putih dan Kelompok Gagak Bayangan. Mereka adalah dua sisi mata pedang dan dua sisi perisai Glaedwine. Jika Ordo Singa Putih muncul ke permukaan, maka bergerak di antara bayangan mereka adalah Kelompok Gagak Bayangan. Kedua kelompok khusus ini hanya menjawab pada satu orang – Flamecape […]

Eiwa 36 – Mendung Peperangan

Angin Timur berhembus pelan, seakan tidak hendak bergegas. Kami telah kembali berada di Rokus, tepatnya di panggung batu terbuka di pusat kota. Iring-iringan warga kota bergerak dengan lambat dan tenang menuju gerbang kota menuju ke tempat yang menjadi perlindungan bagi mereka di saat perang benar-benar tidak terhindarkan lagi. Sejumlah perempuan dewasa menggendong bayi dan menggandeng […]

Eiwa 35 – Kesadaran Sebuah Negeri

Tidak jarang aku berpikir, bertanya-tanya, apakah raut wajahku begitu mudah untuk ditebak? Mengapa sering kali orang-orang seperti bisa mudah tahu apa yang sedang kupikirkan? “Eiwa, apa pun yang sedang kamu rencanakan, sebaiknya lupakan saja.” Nona Snotra mengingatkanku dengan nada datarnya yang khas. “Tapi ini tentang perang, tentang kehidupan banyak orang di Glaedwine!” Aku setengah berteriak.

Eiwa 34 – Tersembunyi

Kendali terhadap mana merupakan bagian yang teramat penting dalam memanfaatkan karakter Kayu Euphrosyne, detail yang ditampilkan tidak mungkin akan muncul dengan baik tanpa adanya kendali yang akurat. Setelah sekitar dua jam mendapatkan ‘omelan’ dari Nona Snotra, akhirnya kami bisa melihat citra yang kami perlukan, pasukan dari Aelfwine! Tiga buah kapal perang utama dengan lima tiang […]

Eiwa 33 – Sihir si Kecil

Dalam menghadapi peperangan, dua hal menjadi sangat penting bagi sebuah negeri, pertama adalah informasi, sementara yang kedua adalah strategi. Perang bisa menjadi seperti tarian yang tidak pernah disaksikan sebelumnya, atau seperti angin yang membumbungkan layang-layang, kadang arah geraknya tidak selalu bisa sekadar diduga terlebih dahulu. “Jadi, apa masukan Nona?” Mayor Bram tampak bertanya-tanya. Dan aku […]

Eiwa 32 – Para Pilar Rokus

Bunga-bunga cermin tertanam rapi mengelilingi areal menara dalam bentuk heksagramagi. Bunga dengan seribu kelopak menyerupai cermin ini merupakan fondasi bagi sihir kamuflase. Formasi sihir juga bisa kurasakan tertata rapi di bawah permukaan tanah, persis seperti teori dalam buku-buku sihir tingkat lanjut. Kami berjalan menuju ke anak tangga yang terbuat dari susunan rapi bata merah. Pintu […]

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top