Eiwa 34 – Yang Tersembunyi

Kendali terhadap mana merupakan bagian yang teramat penting dalam memanfaatkan karakter Kayu Euphrosyne, detail yang ditampilkan tidak mungkin akan muncul dengan baik tanpa adanya kendali yang akurat.

Setelah sekitar dua jam mendapatkan ‘omelan’ dari Nona Snotra, akhirnya kami bisa melihat citra yang kami perlukan, pasukan dari Aelfwine!

Tiga buah kapal perang utama dengan lima tiang dan puluhan meriam dan ratusan awak termasuk para prajurit dan penyihir. Dua puluh empat kapal perang penghancur dengan dua hingga tiga tiang dan meriam ukuran besar di geladak yang dapat berotasi hampir dua ratus tujuh puluh derajat ke segala arah kecuali ke bagian ekor. Dan sekitar empat kapal angkutan di bagian belakang yang tampaknya memuat pasokan logistik untuk perang.

Tak bisa kubayangkan, jika armada ini muncul mendadak di langit ibu kota, tentu saja bencana besar tidak terelakkan lagi.

“Kita menemukan mereka.” Mayor Bram menghela napas panjang  dengan tatapan mata tajam.

“Mengingat upaya kerajaan untuk menemukan bukti invasi ini, kita nyaris putus asa, ditambahkan dengan penyerangan terhadap istana beberapa waktu yang lalu. Kini kita telah menyaksikan ini, Mayor dan semuanya, kuharap kita mulai mengambil langkah-langkah sebagaimana negeri dalam situasi darurat perang. Jika Mayor setuju, saya akan mengirimkan pesan ini ke ibu kota dengan segera.” Tuan Danil menanti persetujuan semua orang.

“Tentu saja, namun mungkin terdapat informasi yang akan sangat penting.” Lalu Bunda menunjuk ke arah salah satu kapal perang penghancur yang terletak di antara dua iringan kapal perang utama terdepan, “Perbesar pada bagian itu Eiwa.”

“Baik Bunda.”

Dengan segera, gambaran tiga dimensi sebuah kapal perang utama melayang-layang di hadapan kami.

Kapal perang penghancur ini mirip dengan yang lainnya hanya saja, oh! Panji perangnya berbeda!

“Ini … ini …, Fraksi Bintang Timur!”

Aku nyaris terpekik lantang.

Bunda menepuk pundakku, dan sambil tersenyum berkata, “Rupanya Eiwa tidak menghabiskan waktu di perpustakaan dengan percuma.”

“Oh…” Aku dipuji. “Tentu saja, Eiwa tidak pernah menyia-nyiakan waktu, Eiwa bukan anak pemalas.” Sambungku dengan bangga.

“Bagus…, bagus…, jadi, area terlarang juga cukup menarik perhatianmu?”

“Eh….?!”

Aku lupa bahwa buku tentang segala sesuatu yang di luar urusan martya – ruang bagi makhluk fana, hanya ada di seksi terlarang. Ooo…, aku dalam masalah besar.

“Hmm… itu benar-benar panji dari Fraksi Bintang Timur. Sepertinya, pengerahan pasukan ini tidak sesederhana sebuah invasi semata.”

Terima kasih Nona Kamryn, Anda telah berjasa menyelamatkan nyawaku kali ini dengan mengalihkan isu. Ah, mungkin tepatnya mengembalikan isu ke pembahasan awal.

Aku melihat ekspresi Mayor Bram dan Tuan Danil, mereka terlihat lebih pucat meski tetap tenang. Sepertinya mereka tahu tentang dunia atas. Sementara Kapten Ning dan Eileen tampak bengong, jelas mereka tidak paham, sedangkan yang lain bisa ditebak.

“Aku akan melaporkannya sekarang.”

Mayor Bram tidak perlu menunda terlalu lama. Dia beranjak ke luar ruangan ditemani oleh Kapten Ning.

Aku kembali sibuk melihat kembali gambaran armada Aelfwine berulang kali, baik seluruh armada maupun satu per satu, dari pelbagai sisi yang memungkinkan.

Sepertinya, hanya ada satu kapal dengan menggunakan panji Fraksi Bintang Timur, sementara yang lainnya, murni merupakan pasukan Aelfwine.

Pertanyaan mengapa Fraksi Bintang Timur ada di sana tidak akan bisa terjawab sekarang, sehingga aku tidak terlalu memikirkannya, walau ada beberapa kemungkinan terlintas dalam benakku. Yang menjadi pikiranku, bahwa kekuatan tersembunyi seperti Fraksi Bintang Timur biasanya tidak akan ikut campur dalam masalah dunia bawah, dan jika mereka memutuskan ikut campur, maka ketimpangan akan terjadi antara pihak yang mereka tumpangi dan pihak yang berhadapan dengan mereka.

Hanya kekaisaran yang mungkin berani berhadapan setara dengan kekuatan penuh dari fraksi atau sekte tersembunyi. Sedangkan kerajaan tidak memiliki kesempatan untuk menang!

Situasi ini di luar perkiraan, apa yang harus dilakukan dalam keadaan seperti ini? Ada beberapa simulasi perang yang bisa diambil, namun rata-rata kemungkinannya kecil. Eh, kecuali langsung saja kuhancurkan armada tersebut, maka masalahnya akan jadi jauh lebih sederhana. Mengapa harus pusing-pusing. Semua rencana hanyalah angin lalu di hadapan kekuatan yang jauh lebih besar.

“Ehem…”

Aku mendengar suara berdehem, dan ketika menoleh ke sebelah, aku melihat Nona Kamryn menatap ke arahku dengan senyum tersungging.

“Sepertinya Tuan Muda Eiwa sedang merencanakan sesuatu?”

Previous Pos

Eiwa 33 - Sihir Yang Mengagumkan

Dalam menghadapi peperangan, dua hal menjadi sangat penting bagi sebuah negeri, pertama adalah informasi, sementara ... Read more

Next Pos

Eiwa 35 - Kesadaran Sebuah Negeri

Tidak jarang aku berpikir, bertanya-tanya, apakah raut wajahku begitu mudah untuk ditebak? Mengapa sering kali ... Read more