Eiwa 35 – Kesadaran Sebuah Negeri

Tidak jarang aku berpikir, bertanya-tanya, apakah raut wajahku begitu mudah untuk ditebak? Mengapa sering kali orang-orang seperti bisa mudah tahu apa yang sedang kupikirkan?

“Eiwa, apa pun yang sedang kamu rencanakan, sebaiknya lupakan saja.”

Nona Snotra mengingatkanku dengan nada datarnya yang khas.

“Tapi ini tentang perang, tentang kehidupan banyak orang di Glaedwine!”

Aku setengah berteriak.

Nona Snotra mengela napas panjang, “Ini selalu tentang perang, pertumpahan darah, tentang hidup dan mati banyak manusia. Jika simpulan dari rencanamu layak diterapkan, pastinya ibumu akan sudah melakukannya sejak awal.”

“Melakukannya sejak awal…?”

Aku terdiam sejenak. Jika Bunda adalah seorang Angelomagi, maka fraksi atau sekte tersembunyi seharusnya bukanlah masalah. Ada banyak legenda dan mitos mengenai tingginya langit, namun tidak ada yang menyamai tingginya Angelomagi. Tidak ada kekuatan yang akan berani menentang keberadaan Angelomagi.

Namun mereka hanyalah mitos, kisah sebelum tidur yang didendangkan bagi anak-anak di pelbagai negeri di bawah langit. Tapi saat ini aku menemukan setidaknya dua Angelomagi sekaligus, dan salah satunya adalah sosok yang selama ini selalu ada di sisiku. Apakah ini berarti Angelomagi bisa ada di mana, dan tidak hanya sekadar mitos, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya.

Dan jika di Glaedwine bisa terdapat Angelomagi, apakah di Aelfwine juga terdapat Angelomagi?

Dan jika peperangan melibatkan Angelomagi, maka … aku tidak lagi dapat membayangkannya. Dalam banyak kisah, perang antara Angelomagi berarti kiamat datang di muka bumi. Kerajaan dan Kekaisaran hanyalah semut di antara dua gajah yang beradu. Lautan menguap dan daratan tenggelam, bumi retak dan langit terbelah.

Apakah terdapat kesepakatan di antara Angelomagi untuk tidak terlibat dalam perang dunia bawah?

“Eiwa sayang…, jangan berpikir terlalu jauh.”

Aku melihat bunda tersenyum ke arahku.

“Eiwa, dengarkan Bunda.” Sambil mengelus kepalaku dengan lembut, Bunda melanjutkan, “Sebuah negeri adalah milik seluruh rakyatnya, mengemas kehidupan seluruh rakyatnya, dan dilindungi oleh rakyatnya sendiri. Ini adalah kesadaran yang dimiliki oleh negeri kita, Glaedwine, yang mana mungkin tidak akan ditemukan pada negeri lain.

Oleh karena Eiwa hanya tumbuh besar di Glaedwine, mungkin tidak akan pernah melihat perbedaan sifat dasar ini di negeri lain.

Meski keluarga Taner memimpin negeri ini dari generasi ke generasi, namun mereka tidak pernah menganggap diri mereka terpisah sebagai rakyat Glaedwine. Demikian juga para pemimpin di masing-masing wilayah kerajaan, mereka menganggap diri mereka bagian dari rakyat Glaedwine. Ketika rakyat terkena musibah, para pemimpin membantu dengan segenap tenaga, dan ketika negeri terancam bahaya, rakyat bergotong royong membantu.

Tidak hanya itu, bahkan unsur-unsur lain seperti Akademi Utama juga akan mengulurkan tangan tanpa pamrih, apalagi unsur militer.

Saat kedamaian merekah di negeri ini, semua orang menikmatinya, namun ketika bencana datang maka semua tangan tidak ada yang diam.

Dan jika peperangan datang tanpa diundang ke negeri ini, maka tidak akan ada yang bermimpi untuk datangnya juru selamat istimewa, karena pada saat itu semua orang akan bersedia mencucurkan keringat dan darah demi negeri ini.”

Aku terdiam. Semua menjadi hening.

Apa maknanya sebuah negeri?

Mengapa orang tinggal dan hidup bersama dalam semua negeri?

Apa arti negeri bagi rakyatnya?

Kata-kata Bunda membuatku kembali merenung. Jika perang terjadi, maka ada atau tidak seorang juru selamat di tengah-tengah bencana bukanlah menjadi hal yang terpenting bagi negeri ini. Namun terjaganya kesadaran sebuah negeri yang bersatu padu, tidak peduli apakah bahtera akan selamat melewati badai ataukah akan remuk menjadi sekadar bangkai di dasar samudra sejarah. Karena negeri adalah rakyat, dan rakyat adalah negeri.

“Jadi apa simpulanmu Nak?”

Aku terdiam sejenak, dan memberikan senyumku pada Bunda, “Aku akan menjadi kesatria yang melindungi Tuan Puteri.”

“Ha ha ha….” Bunda tertawa lepas.

Lalu seseorang menepuk pundakku dari belakang, “Jika anak bandel ini tersenyum seperti itu, biasanya dia sedang merencanakan untuk kabur dari latihan yang diperintahkan.”

Eeeee … Nona Eiwa, tolong jangan memberikan pernyataan yang dapat merusak citraku!

Previous Pos

Eiwa 34 - Yang Tersembunyi

Kendali terhadap mana merupakan bagian yang teramat penting dalam memanfaatkan karakter Kayu Euphrosyne, detail yang ... Read more

Next Pos

Eiwa 36 - Mendung Peperangan

Angin Timur berhembus pelan, seakan tidak hendak bergegas. Kami telah kembali berada di Rokus, tepatnya ... Read more